Jumat, 09 Oktober 2015

Skala Prioritas Kebutuhan

Dengan berkembangnya zaman dan life style saat ini, sangat mendorong anak-anak muda zaman sekarang bekerja di usia dini untuk menutupi tingkat kebutuhan sosialnya.

Dibandingkan dengan gaya hidup beberapa dekade lalu, anak-anak yang tamat SMA setidaknya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi demi mendapat kesempatan karir yang lebih baik.
Selain itu, tempat hiburan seperti mall dan tempat rekreaksi sangat sedikit ditemukan, mungkin hanya ada di beberapa kota besar.

Sedangkan gaya hidup anak zaman sekarang didukung dengan berbagai kecanggihan elektronik seperti smartphone dan akses internet, mengenalkan sekian banyak trend dan gaya hidup modern khususnya gaya hidup dari negara barat.

Mengetahui gaya hidup yang lebih baik bukan berarti tidak baik, banyak sekali efek positif yang didapat dari internet. Namun, tidak sedikit juga efek negatif yang ditimbulkan. Yaitu, anak-anak muda tergiur untuk dapat mengikuti trend dan life style tersebut, bahkan sampai memaksakan diri karena takut tidak diterima di kalangan teman-temannya jika tidak ikut demikian. Makanya, saat ini anak-anak muda setelah tamat SMA, mencari pekerjaan untuk menutupi kebutuhan hidupnya dan kuliah hanya untuk sekedar mendapat gelar dan pengakuan dari masyarakat.

Cukup miris memang, karena sepertinya anak-anak muda sekarang sedikit sekali yang menyukai seni kebudayaan tradisional, ataupun ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan kenegaraan. Semuanya seperti tenggelam dalam "dunia pencitraan sosial".

Tidak sedikit anak muda yang terlilit hutang kartu kredit di usia mudanya demi memenuhi tingkat kebutuhan seperti yang dipaparkan diatas.

Berikut ini beberapa tips atau pertimbangan yang dapat dipikirkan apabila anda akan memutuskan untuk membeli sesuatu :

1. Berapa sisa uang tabungan anda?
Hal ini penting karena bagaimana pun harus tetap memiliki cadangan dana untuk keadaan urgent dan mendadak.

2. Bandingkan harga barang yang akan Anda beli dengan substitusinya. Contoh, saat Anda mempertimbangkan akan mengganti HP baru seharga Rp. 2jt, barang primer apa yang dapat anda beli dengan uang Rp. 2jt? Misalnya Rp. 1.5jt dapat membayar biaya kost dan Rp.500rb nya bisa untuk bayar uang transport. Apakah memang HP Anda sudah rusak sehingga perlu diganti?

3. Tingkat kebutuhan dalam menggunakan barang yang akan dibeli. Jika Anda seorang Public Relation yang harus berkomunikasi dengan klien dalam frekuensi yang sangat tinggi sehingga butuh satu HP khusus untuk contact pekerjaan, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk membelinya.

4. Jenis barang yang akan Anda beli
Jika Anda memutuskan untuk menambah 1 buah HP untuk urusan pekerjaan, umumnya Anda hanya butuh jenis HP yang tidak memiliki spesifikasi terlalu canggih, toh hanya digunakan untuk menelepon.

5. Adakah alternatif lain selain harus membeli barang yang akan Anda beli?
Misalkan Anda akan membeli HP untuk urusan pekerjaan seperti dibahas diatas, mungkin Anda dapat mencari apakah Anda atau saudara atau teman Anda masih menyimpan HP dulu yang tidak digunakan dan masih layak pakai, tentunya jika ada HP tersebut dapat diberdayakan dan Anda dapat menghemat pengeluaran Anda.

Sejujurnya tidak ada yang salah jika kita ingin membeli suatu barang meskipun barang itu bukan merupakan kebutuhan primer kita. Namun perlu kita pertimbangkan bahwa seiring perkembangan zaman, tingkat kebutuhan juga bervariasi dan tinggi, semakin banyak cadangan dana yang kita miliki, semakin kita dapat berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik daripada sekedar menghabiskannya untuk membeli barang yang nilainya akan berkurang drastis setelah kita beli.

Xoxo,
Twinkie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar